Bentuk apresiasi untuk semua muslimah yang pengen cantik dengan kosmetik yang halal..

Karena sebagai muslimah wajib katakan ‘no way’ untuk kosmetik yang mahal plus manjur tapi gak halal..

Yang gak ikut gak rugi sih … cuma rugiiii bangettt …

Halal Beauty Class

“Halal Cantikku, Halal Kosmetikku”

Tanggal : 18 Oktober 2014

Jam : 09.00 s/d 12.00

Tempat : Aula Perpustakaan Kampus A UNJ, Jl. Rawamangun Muka

Narasumber :

  1. Aisha Maharani (Founder Halal Corner)
  2. Firly & Tim HBC wardah Cosmetic (Beauty Class dan Tutorial Hijab)

Free snack + Goodie Bag dari Wardah + sertifikat, Full dorprize

Sponsor :

  1. Wardah Cosmetic
  2. Keke Busana
  3. Zoet Collection

IDR  

  • 75K (Mahasiswa)
  • 100K (Umum)

Diskon :

  • Beli 3 tiket = Rp 200.000 (Mahasiswa)
  • Beli 3 tiket = Rp 250.000 (Umum)

Transfer ke rekening Mandiri 137-000-7642446 a.n Ira Hesnita

Konfirmasi bukti pendaftaran dengan format :

HBCJakarta_Nama_NoHape_JumlahDaftar

Kirim via SMS/Whatsapp ke nomor 0852 2858 5129 (Ira)

For more info follow @HCJakarta & @HCBogor, CP : Ira (0852 2858 5129)

 

 

Read More


Assalamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

Sobat Halal Corner yang disayang Allah.. Dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan, kami mengajak sobat utk berbagi kebahagiaan dalam acara :

“Berbagi 1000 Ifthor Halal”

yang Insya Allah diselenggarakan  tanggal 12-13 Juli 2014 di 9 kota
(Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Banda Aceh, Batam, Banjarmasin).

Ifthor akan dibagikan ke panti asuhan, panti jompo, kaum dhuafa, anak jalanan, dan orang-orang yang berpuasa.

Partisipasi sobat dapat berupa :

>> Makanan/minuman Halal, pakaian layak pakai (Kontak CP Perwakilan HC Daerah)

>> Donasi uang, transfer ke :
Bank Syariah Mandiri no rek 7053378751 an. Salisul Munfaati

Konfirmasi transfer via sms ke no  085722565859 dengan format : IFTHORHALAL_Nama_Jumlah donasi
(Batas waktu transfer paling lambat 7 Juli 2014)

Info lebih lanjut hubungi CP HC daerah masing2 :

HC Banda Aceh : Luna (081269959958)
HC Batam : Rahma Dewi (08192227833)
HC Bogor dan HC Jakarta : Rina (081219959573)
HC Bandung : Astri (083822691981)
HC Jogja : Chandra (085643066922)
HC Jatim : Arian (085730246301)
HC Malang : Tri Wulandari (082232779290)
HC Banjarmasin : Isna (085754239066)

Mohon bantu sebar infonya ya, semoga menjadi amal ibadah yg berbalas ridho Allah SWT

Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

* Kami mengundang Komunitas di Indonesia untuk ikut serta dalam program ini, mari bergabung bersama kami.

Salam Halal Corner

Read More


Via Detikfood

Menyantap Bebek Kaleyo kini jadi lebih tenang. Pasalnya hari ini (05/06/2014), restoran dengan menu utama bebek tersebut resmi mendapatkan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bertempat di restoran Bebek Kaleyo cabang Tebet, Jakarta Selatan, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik MUI Ir. Lukmanul Hakim, MSi menyerahkan sertifikat halal secara simbolik kepada manajemen Bebek Kaleyo, Hendri Budi Prabowo.

Menurut Lukmanul, inisiatif manajemen Bebek Kaleyo untuk menyediakan produk yang terjamin kehalalannya merupakan langkah yang patut diapresiasi. Sebab, hal tersebut menunjukkan kepedulian manajemen Bebek Kaleyo terhadap tuntutan konsumen muslim selama ini.

Apalagi, sertifikat halal ini diperoleh Bebek Kaleyo menjelang bulan Ramadan. Hal ini memudahkan konsumen memperoleh sajian halal, baik untuk sahur maupun berbuka.

Hendri menyatakan rasa sukacita dan terima kasihnya atas penyerahan sertifikat halal sekaligus penempelan logo halal MUI di Bebek Kaleyo. “Kami mengharapkan dukungan dan pengawasan LPPOM MUI kepada Bebek Kaleyo agar kami dapat terus berkomitmen menyediakan menu yang terjamin halal,” kata Hendri lewat press release yang diterima Detikfood (05/06/2014).

Saat memberi sambutan, Lukmanul mengatakan bahwa penyerahan sertifikat halal kepada Bebek Kaleyo ini memperpanjang daftar resto bersertifikat halal. Per akhir April 2014, tercatat ada 877 restoran dan katering di Indonesia yang telah bersertifikat halal MUI.

Dari jumlah tersebut, 836 di antaranya diberi sertifikat halal oleh LPPOM MUI Provinsi, sedangkan 41 lainnya oleh LPPOM MUI Pusat. Jika dihitung, 41 restoran tersebut memiliki total 2.434 outlet karena rata-rata satu restoran memiliki lebih dari satu cabang.

Bebek Kaleyo pertama kali berdiri pada 15 Januari 2007 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kini, jaringan restoran bebek tersebut memiliki 12 outlet yang tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Belum lagi dua cabang lain yang akan segera dibuka.

Read More


Via Detikfood

Jakarta – Lotte Choco Pie, merek choco pienomor satu di Jepang, hari ini (04/06/2014) resmi diluncurkan di Indonesia. Soft cakedengan isi marshmallow dan lapisan cokelat di luarnya ini siap menjadi pilihan untuk bekal sekolah anak.

Bertempat di Mandarin Oriental Jakarta, Lotte Choco Pie diperkenalkan oleh Presiden Direktur Lotte Group Seishi Murasato. Produk yang sudah bersertifikat halal MUI ini diproduksi di Indonesia di bawah pengawasan Lotte Jepang.

Di Jepang sendiri, Lotte Choco Pie sudah diproduksi sejak 1983. “Tahun lalu, nilai penjualan Lotte Choco Pie di Jepang mencapai 13 miliar yen (Rp 1,5 triliun). Kami siap merebut porsi pasar confectionery di Indonesia yang bernilai 140 miliar yen (Rp 16,2 triliun),” ujar Murasato saat konferensi pers.

Di Indonesia, pabrik khusus Lotte Choco Pieberdiri pada November 2013. Produk ini menyasar para ibu dengan anak-anak usia sekolah. Lotte-pun menggandeng Maudy Koesnaedi sebagai brand ambassador-nya.

Menurut Maudy, Lotte Choco Pie cocok untuk bekal sekolah buah hatinya, Eddy, yang berusia tujuh tahun. “Kemasannya satuan, jadi praktis dibawa dan tak mudah meleleh. Kandungan cokelat, marshmallow, dan soft cake-nya bisa memberi energi, pas untuk ngemil. Teksturnya juga lunak, sehingga cocok dikonsumsi anak-anak,” katanya.

Promosi akan dilakukan lewat iklan TV yang dibintangi Maudy, iklan di toko, pemberian sampel, promosi di Pekan Raya Jakarta, serta bus branding selama setahun. “Kami ingin menanamkan bahwa ingat choco pie, ingat Lotte Choco Pie,” ujar Murasato.

Lotte Choco Pie sudah dapat dibeli di supermarket-supermarket di Indonesia dengan kemasan 1, 2, dan 6 piece dengan harga Rp 2.000-12.000.

Read More


Via halalmui.org

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan, untuk menjamin bahwa produk mereka aman dikonsumsi konsumen muslim, maka resto franchise sebaiknya wajib memiliki sertifikat halal.

Hal tersebut disampaikan Tulus Abadi dalam diskusi mencari solusi dalam percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH), yang diadakan oleh Sekretariat DPR-RI bekerja sama dengan Forum Wartawan DPR, pada 2 Juni 2014 di pressroom DPR Gedung Nusantara III.

Hadir sebagai pembicara, Anggota Panja RUU JPH H. Raihan Iskandar, Lc, MM, Direktur LPPOM MUI Ir. Lukmanul Hakim, M.Si, dan Ketua YLKI Tulus Abadi.

Tulus menambahkan, untuk melindungi konsumen pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran produk. Selama ini masih banyak produk yang tidak jelas informasi kandungannya, misalnya masih ada yang dalam huruf kanji. “Ini juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Menurut Raihan, RUU JPH tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun dalam perjalanannya ada masalah krusial yang harus disepakati, misalnya mengenai siapa yang berwenang menangani halal.
Posisi terakhir, katanya, masalah semakin berat ketika bicara tentang fatwa halal, yang melibatkan para ulama. “Kalau melibatkan banyak ulama dan harus berkumpul dalam satu wadah, pasti akan menyebabkan fatwa halal semakin lama,” ujarnya. Masalah lain terletak di eksekutif, karena di pemerintah juga ada perbedaan pendapat.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan beberapa alternatif lain yang ditawarkan, misalnya MUI menangani fatwa halal. Sementara bidang lain ditangani pemerintah.

“Posisi MUI ini baina wa baina tapi harus dimuliakan. Karena itu, DPR berpendapat bahwa MUI diberi peran yang mulia di bidang halal, yakni menangani fatwa.

DPR menganalogikan tentang zakat, di mana banyak lembaga yang menangani masalah zakat dan semua berjalan dengan baik. Pemerintah juga memiliki lembaga zakat sendiri.

Dalam hal halal, pemerintah selaku regulator bertindak sebagai pengawas. Sedangkan sifat sertifikasi halal, merujuk UU sejenis yang sudah ada maka sifatnya adalah voluntary.

Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, M.Si menyatakan, yang menjadi perhatian MUI antara lain sifat sertifikasinya. Kalau voluntary, maka urgensi UU JPH menjadi tidak terlalu kuat karena tidak memiliki daya paksa terhadap perusahaan. Yang terjadi selama ini, produsen belum terlalu peduli dengan kehalalan produk, sementara di sisi lain, hak-hak konsumen muslim harus dilindungi. Beberapa kasus di Indonesia membuktikan bahwa isu mengenai produk yang dicurigai mengandung bahan haram direspon sangat serius oleh konsumen muslim. “Kalau peredaran produk yang tidak halal tersebut masih beredar luas di masyarakat tanpa keterangan apapun pada kemasannya, siapa yang harus bertanggung jawab?,” kata Lukmanul Hakim.

Sifat azasi dari RUU JPH, menurut Lukmanul Hakim adalah perlindungan, sehingga sifat UU JPH sebagai mandatory merupakan sebuah keniscayaan.

Berkaitan dengan perlindungan, maka MUI berpandangan bahwa jika kewenangan sertifikasi halal ditangani pemerintah, maka dikhawatirkan isu halal bisa dimainkan sebagai senjata dalam persaingan bisnis. Negara lain bisa menekan Indonesia untuk mengakui produk yang mereka impor ke Indonesia, meski MUI berpandangan bahwa produk tsb tidak halal. “Kalau ini yang terjadi, konsumen muslim akan sangat dirugikan,” ujarnya.

Peran pemerintah, kata Lukmanul Hakim, bisa dioptimalkan dalam hal sosialisasi, edukasi, pengawasan dan penindakan hukum. Selama ini beberapa peran sudah dijalankan oleh Badan POM. Namun, Badan POM tidak bisa bekerja sendirian, terlebih lagi di bidang edukasi dan penindakan hukum.

Mengenai lembaga sertifikasi halal, MUI berpendirian bahwa untuk menghindari kebingungan masyarakat dan perbedaan pandangan di kalangan ulama, maka hal tersebut sebaiknya tetap ditangani oleh MUI yang telah memiliki lembaga pemeriksa halal, yakni LPPOM MUI dan lembaga fatwa, yakni Komisi Fatwa MUI. “Ini sudah ideal dan tidak menimbulkan kebingungan masyarakat.”

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, dalam UU Perlindungan Konsumen sebenarnya sudah diatur mengenai hak-hak konsumen, termasuk dalam hal halal. Dalam hal RUU JPH, menurut Tulus idealnya memang mandatory. Namun, harus pula diingat bahwa untuk hal tersebut perlu diperhatikan aspek-aspek lain, seperti infrastruktur, kesiapan SDM dan sebagainya. Sebagai jalan tengah diusulkan agar mandatory halal dapat diterapkan secara bertahap dan diterapkan pada daerah dan jenis produk tertentu. Resto franchise dari luar negeri, harus halal. Tapi kalau di Bali, rasanya tidak mudah untuk menerapkan UU halal secara mandatory di sana.

Pemerintah, kata Tulus, hanya bertindak selaku regulator, tak pantas menjadi operator. Kalau kedua peran tersebut dijalankan oleh pemerintah, besar kemungkinan akan menjadi ladang korupsi. “Ingat masalah haji,” tukasnya.

Jika MUI bersikukuh menangani pemeriksaan halal, harus pula diingat bahwa MUI harus bisa melayani sertifikasi halal sampai ke seluruh pelosok Indonesia. Jangan karena pelayanannya hanya di Jakarta dan kota-kota tertentu saja maka hal tersebut akan menimbulkan biaya tambahan bagi pengusaha daerah yang harus membayar lebih mahal,” kata Tulus Abadi.

Read More


Via Detik.com

Jakarta – Konferensi internasional pertama pariwisata Islam baru saja selesai di Hotel Borobudur, Jakarta. Negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) bersepakat untuk mempromosikan wisata syariah kepada dunia.

Konferensi pertama pariwisata Islam itu bernama The 1st OIC International Forum on Islamic Tourism 2014 yang mengambil tema “Islamic Tourism: The Prospects and Challenges”. Berlangsung dua hari, 2-3 Juni 2014 bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, konferensi ini didatangi oleh 24 negara OKI.

Beberapa negara OKI yang hadir seperti Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran, Irak, Malaysia, Mesir, Palestina, Turki, Yaman dan masih banyak lagi. Wamenparekraf, Sapta Nirwandar yang menutup konferensi pertama pariwisata Islam ini menyimpulkan kalau wisata syariah akan dikembangkan serius bersama oleh negara OKI.

“Konferensi ini jadi ajang kita (negara-negara OKI) untuk bersama mengembangkan wisata syariah. Kita sudah berdiskusi dari berbagai aspek, dan bertukar pikiran untuk tahu tentang apa itu wisata syariah dan potensinya,” ujar Sapta.

Sapta lalu menjelaskan, setelah ini akan ada penerapan bersama mengenai standar wisata syariah. Lalu, para negara OKI akan sama-sama saling mempromosikan dan mengenalkan wisata syariah kepada turis.

“Serta ini jadi ajang pertemuan investor untuk membangun hotel-hotel dengan konsep wisata syariah yang ramah untuk turis muslim,” ucap Sapta.

Di lain sisi, lanjut Sapta, wisata syariah jadi salah satu cara untuk mendatangkan lebih banyak turis. Khususnya, turis muslim yang membutuhkan kemudahan untuk beribadah atau mendapat makanan halal.

“Wisata syariah justru memperbesar pasar dan meningkatkan jumlah pengunjung. Contohnya halal food, itu tak hanya untuk turis muslim tapi juga baik untuk turis lainnya karena sehat,” ungkap Sapta.

Wisata syariah adalah cara untuk membuat turis muslim merasa nyaman saat berpergian. Dengan jumlah kunjungan turis muslim yang meningkat di suatu negara, tentu negara itu mendapat lebih banyak keuntungan.

“Wisata syariah punya masa depan cerah,” pungkas Sapta.

Read More


Via Detik.com

Meski muslim menjadi minoritas di New York, Amerika Serikat, tak begitu sulit mencari makanan halal di sini. Tersedia lebih dari 300 kios dan restoran halal yang bisa dikunjungi. Dari sekian banyak pilihan, mana yang patut dicoba?

Menurut situs Halal Focus (02/05/2015), makanan halal biasanya dijajakan di kios dan gerobak di seluruh kota. Anda bisa mencicipi mulai dari makanan India, Pakistan, Afghanistan, hingga hidangan dari Afrika Barat dan Persia.

Inilah daftarnya:

1. The Halal Guys
The Halal Guys yang juga dikenal sebagai ’53rd and 6th’ hanya berjualan dengan gerobak di pinggir jalan Theater District, dekat Hotel Hilton. Meski demikian banyak orang, termasuk nonmuslim dan tokoh terkenal, rela mengantre berjam-jam di tengah dingin salju sekalipun.
The Halal Guys menawarkan hidangan yang terdiri dari nasi, daging ayam dan/atau gyro, saus putih yang jadi favorit, lettuce, serta irisan roti pita. Adapula pilihan sandwich dengan isian sama. Gerobak makanan ini beroperasi dari pukul 19:00 sampai 04:00.

2. Sammy’s Halal Food
Seperti The Halal Guys, Sammy’s Halal Food juga berjualan di gerobak pinggir jalan dan menyajikan nasi, daging ayam gyro, dan lettuce dengan tiga pilihan saus. Harganya relatif murah dan cocok untuk makan siang atau malam praktis. Cari saja di 73rd Street and Broadway di Jackson Heights, Queens.

3. King of Falafel and Shawarma
Di 30th Street and Broadway, Astoria, Queens, ada King of Falafel and Shawarma yang menawarkan hidangan berupa nasi, daging ayam, shawarma, kebab, falafel, dan lain-lain. Harga sajiannya maksimal US$10 (Rp 114.000). Gerobak makanan ini juga membuka cabang di Manhattan.

4. Restoran Halal Lain
Selain tiga gerobak nasi dan daging ayam halal tadi, New York juga memiliki restoran halal seperti Junoon, Bukhara Grill, dan Chola dengan hidangan India autentiknya. Kalau ingin mencicipi hidangan Lebanon, silakan kunjungi restoran Almayass. Tempat-tempat ini terkenal akan atmosfernya yang elegan, sehingga cocok untuk santap malam istimewa atau acara spesial.

5. Restoran Vegetarian dan Tiongkok Halal
Selain kebab, makanan aman untuk muslim saat di negara nonmuslim adalah hidangan vegetarian. Di New York, di antaranya ada restoran Dirt Candy, Angelica Kitchen, Quintessence, Blossom, Candle Cafe, Gobo, dan Candle 79. Tersedia pula beberapa restoran Tiongkok halal di kota tersebut.

Read More


Via Detik.com

Setelah maskapai penerbangan Jepang ANA, kini Thai Airways yang menyajikan menu halal di pesawat. Hidangan ini menggantikan seluruh sajian reguler di penerbangan dari dan ke Pakistan.

Sebenarnya, Thai Airways sudah menyajikan makanan halal sejak lama. Namun, hidangan ini harus dipesan di muka alias tidak tersedia jika tak diminta khusus. Kini, seluruh sajian Thai Airways di rute Pakistan sudah terjamin halal.

“Dengan layanan ini, kami tak perlu lagi khawatir tentang makanan di pesawat,” kata seorang penumpang yang terbang dari Karachi, Pakistan, menuju Bangkok, Thailand.

Menurut Polapat Neelabhamorn, country manager Thai Airways di Pakistan, ide menyajikan makanan halal muncul setelah melihat naiknya permintaan dari penumpang. “Khususnya dari Pakistan yang sudah kami layani selama 38 tahun,” ujarnya.

Manajer Penjualan Thai Airways Pakistan Asad Farrooqi mengatakan bahwa perusahaan ini menerbangkan lebih dari 100.000 penumpang dari Pakistan setiap tahun. “Penggantian seluruh makanan menjadi halal di penerbangan rute Pakistan menambah jumlah penumpang,” katanya.

Berdiri sejak tahun 1960, unit katering Thai Airways kini memproduksi 60.000 hidangan setiap hari yang 18%-nya halal. Berbasis di Bandara Suvarnabhumi di atas area seluas 87.000 meter persegi, unit usaha tersebut juga melayani lebih dari 10 armada regional dan internasional yang memerlukan hidangan halal.

“Banyak wisatawan memiliki aturan makan khusus yang berkaitan dengan kesehatan atau keyakinan. Kini, penumpang tak harus memesan makanan halal khusus untuk rute Pakistan,” ujar Piamboon Kungvarlvongse, Duty Manager katering di Bandara Suvarnabhumi.

Maskapai penerbangan di berbagai belahan dunia sudah menyajikan hidangan halal dalam jumlah sedikit. Namun, Thai Airways akan menjadi perusahaan pertama yang berbasis di negara minoritas muslim yang mengubah dapur utamanya menjadi halal.

Menurut The Express Tribune (28/05/2014), perusahaan ini juga jadi maskapai Asia-Pasifik pertama yang menawarkan hidangan halal untuk seluruh penumpang dari dan ke Pakistan.

Thai Airways adalah maskapai penerbangan nasional Thailand yang melayani 75 destinasi dan memiliki lebih dari 80 pesawat terbang. Dua fasilitas kateringnya di Bandara Internasional Suvarnabhumi dan Don Muang sudah memperoleh sertifikasi halal dari Komite Islam Provinsi Samut Prakan pada 1 Januari 2008 dan 29 Juli 2011.

Selain makanan halal, Thai Airways juga melayani kebutuhan pangan khusus lain. Mulai dari makanan bayi dan anak, makanan untuk penderita diabetes, makanan vegetarian, sampai makanan kosher dan Hindu.

Read More


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan jika produk cokelat cadbury yang beredar di Indonesia sudah bersertifikat halal.

Direktur LPPOM Lukmanul Hakim mengungkapkan, produsen cadbury di Indonesia sudah memegang sertifikat halal.

“Kalau yang di Indonesia itu ada sertifikat halalnya,”ujar Lukman saat berbincang dengan RoL, Senin (26/5). Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan rilis adanya kandungan zat babi di dua jenis produk cokelat cadbury.

Dua jenis cokelat yakni Cokelat Susu dengan Kacang Hazel (Cadbury Dairy Milk Hazelnut) dan Coklat Susu dengan Buah Badam (Cadbury Dairy Milk Roast Almond) terdapat DNA khinzir (porcine). Porcine adalah bahan yang berasal dari enzim babi.

Untuk kasus di Malaysia, Lukman mengaku tidak mengetahuinya. Hanya, dia mengungkapkan, memang berbeda antara produsen cadbury di Indonesia dengan di Malaysia.

Alhamdulillaah, hari ini surat permohonan Informasi mengenai status kehalalan Coklat Cadbury Indonesia telah dijawab oleh pihak LPPOM MUI, tertanggal 26 Mei 2014.

Berikut kami infokan isi surat tersebut:

=======================

Menanggapi isu yang beredar tersebut, kami menginformasikan bahwa :

1. LPPOM MUI belum mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak Malaysia dan JAKIM sebagai Lembaga Sertikasi Malaysia serta PT. Cadbury Indonesia

2. Adapun coklat Cadbury yang telah mendapat Sertifikasi Halal oleh MUI a.n. PT. Cadbury Indonesia adalah :

a) Cadbury Dairy Milk (Milk Chocolate)

b) Cadbury Dairy Milk Cashew & Cookies

c) Cadbury Dairy Milk Caramello

d) Cadbury Dairy Milk Panned Assortment

e) Cadbury Dairy Milk Panned Almond Nuts

f) Cadbury – Choclairs Caramel

g) Cadbury Dairy Milk Fruits and Nuts

h) Cadbury Dairy Milk Black Forest

i) Cadbury Dairy Milk Rolls (Milk Chocolate Bite Sized)

j) Cadbury Hot Chocolate Drink 3 in 1

Merujuk pada pedoman Halal Assurance System (HAS 23000), disebutkan bahwa :

a) Pada Sertifikat halal dicantumkan nomor Sertifikat, nama dan alamat perusahaan, nama dan alamat pabrik, nama produk secara rinci serta masa berlaku Sertifikat. Jika terdapat beberapa nama pabrik atau nama produk cukup banyak, maka data tersebut dituliskan dalam lampiran Sertifikat, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Sertifikat halal.
b) Untuk produk yang diproduksi di beberapa pabrik, maka lampiran Sertifikat dibuat per pabrik dengan nama produk untuk masing-masing pabrik.

3. Dua produk Cadbury yang terindikasi positif jejak DNA Babi oleh Departeman Kesehatan Malaysia, yaitu Cadburry Dairy Milk Hazelnut dan Cadbury Dairy Milk Roast Almond, tidak termasuk dalam produk yang mendapat Sertifikasi dari LPPOM MUI.

4. Apabila ditemukan produk yang beredar di pasaran dan di luar daftar yang telah disertifikasi oleh LPPOM MUI, hal tersebut diluar kewenangan dan tanggung jawab LPPOM MUI.

Demikian,

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/05/26/n66cj4-lppom-pastikan-cadbury-di-indonesia-bersertfikat-halal

Semoga informasi ini bermanfaat dan menjawab keresahan masyarakat Muslim Indonesia

Read More


Senin 26 Rejab 1435 / 26 Mei 2014 09:19

www.IslamPos.com

DALAM upaya menjalin silaturahim dengan produsen kuliner yang telah memiliki sertifikat Halal dari LPPOM MUI, komunitas Halal Corner pada hari Ahad kemarin (25/5/2014) menggelar acara “Gerebek Halal” di sebuah restoran Jepang yang saat ini lagi digandrungi kalangan muda Jakarta.

Bertempat di restoran Jepang Sushi Miyabi (di logo Miyabi ditulis dengan Miya8i) jalan KH Ahmad Dahlan Kebayoran Baru, belasan aktivis Halal Corner berkumpul dan saling sharing dengan pihak manajemen restoran terkait kehalalan semua produk yang disajikan serta dijual di restoran tersebut.

Salah satu aktivis Halal Corner kepada Islampos.com mengatakan bahwa tujuan mereka melakukan acara “Gerebek halal” ini selain menjalin silaturahim dengan produsen kuliner yang telah memiliki sertifikat Halal dari LPPOM MUI, juga sebagai bentuk edukasi serta memperkenalkan produk halal kepada masyarakat Muslim Indonesia dan agar mau mengkonsumsi hanya makanan halal.

“Kita ingin masyarakat Indonesia khususnya umat Islam, mulai memahami pentingnya mengkonsumsi produk makanan halal,” terangnya kepada Islampos.com.

Lebih lanjut, menjelaskan alasan kenapa Halal Corner memilih restoran Sushi Miyabi sebagai lokasi untuk mereka ‘gerebek’. Menurutnya mengkonsumsi makanan Jepang saat ini sudah menjadi tren maupun lifestyle di kalangan masyarakat Indonesia yang ada di kota besar, namun sering kali masyarakat Muslim tidak mengetahui bahwa mayoritas makanan Jepang masih diragukan kehalalannya.

“Restoran Sushi Miyabi ini merupakan salah satu dari tiga restoran yang menyediakan Sushi halal yang ada di Jakarta, selain dari ketiga itu masih diragukan bahkan bisa dibilang tidak ada yang halal karena seperti kita ketahui makanan Jepang tidak lepas dari unsur haram di dalamnya,” jelas Aditya.

Senada dengan itu, manajer marketing Restoran Sushi Miyabi bernama Usi menjelaskan bahwa sejak beberapa bulan yang lalu restoran mereka telah mendapat sertifikat Halal dari LPPOM MUI dan dia berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui soal kehalalan semua makanan di Sushi Miya8i sehingga tidak ragu lagi untuk mengkonsumsinya.

“Kami sadar bahwa masyarakat Indonesia mayoritas Muslim dan kami sebagai pengelola restoran memiliki tanggung jawab dunia akhirat dalam menyajikan makanan yang halal kepada umat Islam sebagai pangsa pasar utama kami,” ujar Usi.

Meski harus sedikit ribet dengan proses pengurusan sertifikasi Halal yang harus mereka dapatkan, namun Usi menyatakan bahwa semua itu berubah menjadi berkah karena semakin banyak pelanggan yang mengunjungi restoran mereka setelah mengetahui restoran Sushi Miya8i telah halal semua produknya.

“Harus kami akui juga, sejak kami diperiksa oleh MUI ada beberapa item bumbu bahkan menu makanan yang harus kami hilangkan dari daftar menu. Namun para owner Sushi Miyabi yang mayoritas para artis ini, berkomitmen untuk tetap harus menyajikan makanan halal meskipun harus menghilangkan beberapa menu,” papar Usi.

Dia juga menyatakan sejak mendapatkan sertifikat Halal, restoran Sushi Miyabi dalam promo-promonya juga mengedepankan kehalalan semua produk makanan yang mereka jual. [fq/islampos]

Read More